Memikirkan Kembali Menggunakan Dot Bayi untuk Menenangkan Bayi Anda

Satu diantara tema yang seringkali mengemuka diantara orangtua yaitu pemakaian dot bayi atau dikatakan sebagai empeng di Indonesia. Beberapa pakar menyampaikan keuntungan menghisap dot, tetapi ada pula yang membuka kerugiannya.

Memikirkan Kembali Menggunakan Dot Bayi untuk Menenangkan Bayi Anda

Untuk buat bayi terasa nyaman, terkadang tidak cukup menggendong atau memeluknya. Bayi membutuhkan suatu hal yang bisa dimasukan ke mulutnya, bahkan juga waktu ia tidak terasa lapar. Itu penyebabnya dot bayi banyak jadi pilihan orangtua.

Di bawah ini sebagian keuntungan yang bisa didapat dari dot bayi :

  1. Kurangi resiko bayi wafat mendadak yang dikarenakan sudden infant death syndrome (SIDS).
  2. Menolong bayi bisa lebih gampang tidur. Beberapa bayi alami kesusahan tidur, dot bayi peluang bisa menolong. Dot dapat juga menentramkan bayi yang rewel.
  3. Bisa digunakan jadi pengalih perhatian. Umpamanya, waktu bayi mesti melakukan imunisasi, tes darah atau prosedur beda.
  4. Kurangi rasa tidak nyaman saat bayi melancong dengan pesawat. Bila orang dewasa bisa menguap atau konsumsi camilan untuk memperingan nyeri di telinga karena perubahan desakan udara, jadi untuk bayi bisa memakai dot bayi.
  5. Melepas rutinitas memakai dot bayi lebih gampang, dibanding rutinitas menghisap jari tangan.

Walau mempunyai sebagian faedah, tetapi ada juga peluang resiko merugikan dari pemakaian dot bayi, seperti :

  1. Peluang menghambat sistem menyusui. Riset mengungkap, pada beberapa bayi, pemakaian dot bayi yang sangat awal dihubungkan dengan menyusutnya waktu serta frekwensi menyusui sekalian penurunan pemberian air susu ibu (ASI) dengan eksklusif.
  2. Disangka menyebabkan masalah telinga. Satu riset membuka, bayi yang memakai dot bayi peluang semakin besar alami infeksi telinga. Baiknya batasi pemakaian dot bayi sampai umur 6 bln..
  3. Dicurigai mengakibatkan problem gigi. Pakar menjelaskan, problem gigi yang terkait dengan dot bayi sebelumnya anak berumur dua th., akan terselesaikan dengan sendirinya kurun waktu sekitaran 6 bln. sesudah tak akan memakai dot. Apabila pemakaian selalu berlanjut hingga umur anak lebih dari 2 th., mungkin saja dot juga akan mengakibatkan problem gigi.
  4. Memakai dot bayi peluang bisa jadi rutinitas yang susah dilepaskan. Sudah pasti hal semacam ini bisa jadi problem di masa datang.

Panduan Memakai Dot Bayi

Mengenalkan dot bayi baiknya tidaklah terlalu awal, yakni sekitaran umur 1 bln.. Bila bayi peroleh ASI, baiknya tunggulah sampai ia kuasai langkah menyusu dengan benar sebelumnya memakai dot bayi. Dan anda pun sebagi orangtua harus tau bagaimana cara menyusui yang benar, salah satu caranya posisikan kepala bayi anda lebih tinggi dari pada bagian perutnya dengan menggunakan sanggahan bantal tangan olus pillow dibawah kepala bayi anda untuk menghindari resiko bayi tersedak juga perubahan bentuk kepala pada bayi karena tulang kepala bayi yang masih lunak mendapatkan tekanan dari tulang tangan anda yang keras.

Yakinkan bayi memakai dot sesuai sama umur. Lantas tentukan dot bayi yang mempunyai lubang di bagian pinggirnya untuk melindungi udara bisa keluar masuk. Janganlah pakai dot bayi dengan tali atau rantai di lehernya, karna juga akan menyebabkan resiko tercekik. Lalu, yakinkan Anda pilih dot bayi yang bebas berbahan bishpenol-A (BPA) yang mempunyai resiko kesehatan.

Jagalah kebersihan dot bayi dengan membersihkan di air hangat serta sabun dengan teratur. Janganlah dibiarkan anak sharing dot dengan orang yang lain. Jauhi juga rutinitas memberi bahan pemanis pada dot karna bisa mengakibatkan kerusakan gigi.

Yang tidak kalah perlu, janganlah menjadikan dot bayi jadi usaha awal menentramkan bayi. Orangtua bisa lebih dahulu coba merubah tempat bayi maupun menimangnya. Ingat tidak untuk memberi dot bayi menjelang waktu menyusu. Manfaat hindari ketergantungan, usahakan melepas dot sebelumnya umur 1 th..

Ketentuan memakai dot bayi terlebih mesti memperhatikan keperluan bayi. Pikirkan peluang keuntungan serta kerugiannya. Bila perlu, tanyakan dengan dokter spesialis anak lebih dahulu.