Kesalahan-Kesalahan Pembeli Franchise Dan Langkah Menghindarinya

franchise spa dan refleksi

Satu dari beberapa alasan mengapa seseorang tertarik untuk membeli franchise atau waralaba adalah karena kesiapan sistemnya. Namun, ingatlah satu hal yakni saat Anda membeli waralaba bahwa bisnis itu bukan benar-benar milik Anda.

Nah, sebelum Anda lebih lanjut melangkah untuk berbisnis waralaba perhatikan beberapa kesalahan berikut serta solusinya:

1.Jangan membelinya hanya karena tren dan kekinian

Akhir-akhir ini emang sudah banyak waralaba yang ditawarkan dengan beragam jenis seperti waralaba salon, makanan, loundry, travel dan masih banyak lagi. Oleh karena banyaknya pilihan itulah penting bagi Anda untuk memilih mana waralaba yang paling cocok dan yakin, jangan hanya karena ikut-ikutan tren dan kekinian semata.

 

2. Jangan mengubah sistem pada bisnisnya

Jenis bisnis waralaba berazazkan pada keseragaman dan kesesuaian. Jadi, bisnis ini bukanlah berazazkan pada kebebasan. Nah, sebagai pembeli waralaba Anda tidak sungguh-sungguh memegang kendali atas sistem pada bisnis tersebut. Dilihat secara teknis, Anda adalah sebagai pimpinan namun harus mengikuti aturan main pemilih waralaba tersebut.

 

3. Lihat testimoni

Satu dari beragam upaya meriset waralaba adalah dengan mencari info dari internet. Memang benar, saat ini tak sedikit forum di internet yang mengacu pembahasan tentang waralaba bahkan seringkali kritik dan saran disampaikan. Lihat dulu testimoni tentang waralaba tersebut jika ada, selanjutnya bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan guna melangkah lebih lanjut.

 

4. Pahami jika franchisor adalah pemilik kendali

Franchise spa dan refleksi bukanlah sebuah bisnis kolaboratif atau setim dengan pemilik waralaba atau franchisor. Umumnya, kontrak terkait dengan pasal-pasal dan aturan-aturan yang ada disepakati sebelumnya sehingga kedua belah pihak sama-sama memiliki wewenang serta hak dan kewajiban yang telah diatur.

Pemilik waralaba boleh saja meminta Anda berinvestasi peralatan baru, meningkatkan biaya pemasaran atau memotong jumlah lini produksi.

 

5. Jangan mengharap bantuan pemerintah

Pemerintah tidak menganggap pembeli waralaba sebagai pihak konsumen melainkan dianggap sebagai pengusaha atau bisa pula investor. Jadi, sebaiknya jangan mengharap bantuan dari pemerintah.

Demikian sedikit gambaran tentang kesalahan-kesalahan pembeli franchise dan langkah

Menghindarinya. Ulasan tadi dapat memberikan sedikit pencerahan bagi Anda sebelum melangkah lebih jauh.